Sabtu, 30 November 2013

ASKEP THYPOID



Posted by : Intan Nur K
Akper Yappi....Just Do Care

Oleh : Siti Rofiatun Rosida, SKep.

A. Pengkajian
—  Riwayat Kesehatan Sekarang
Mengapa pasien masuk Rumah Sakit dan apa keluahan utama pasien, sehingga dapat ditegakkan prioritas masalah keperawatan yang dapat muncul.
—  Riwayat Kesehatan Sebelumnya
Apakah sudah pernah sakit dan dirawat dengan penyakit yang sama.
—  Riwayat Kesehatan Keluarga
Apakah ada dalam keluarga pasien yang sakit seperti pasien.
—  Riwayat Psikososial
Intrapersonal : perasaan yang dirasakan klien (cemas / sedih)
Interpersonal : hubungan dengan orang lain.
—  Pola Fungsi kesehatan
Pola nutrisi dan metabolisme :
—  Biasanya nafsu makan klien berkurang karena terjadi gangguan pada usus halus.
Pola istirahat dan tidur
—  Selama sakit pasien merasa tidak dapat istirahat karena pasien merasakan sakit pada perutnya, mual, muntah, kadang diare.
—  Pemeriksaan Fisik………….
Pemeriksaan Fisik :
—  Kesadaran dan keadaan umum pasien
Kesadaran pasien perlu di kaji dari sadar - tidak sadar (composmentis - coma) untuk mengetahui berat ringannya prognosis penyakit pasien.
—  Tanda - tanda vital dan pemeriksaan fisik Kepala - kaki
TD, Nadi, Respirasi, Temperatur yang merupakan tolak ukur dari keadaan umum pasien / kondisi pasien dan termasuk pemeriksaan dari kepala sampai kaki dengan menggunakan prinsip-prinsip inspeksi, auskultasi, palpasi, perkusi),
disamping itu juga penimbangan BB untuk mengetahui adanya penurunan BB karena peningakatan gangguan nutrisi yang terjadi, sehingga dapat dihitung kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan.
Demam
•         Pada kasus yang khas, demam dapat berlangsung 3 minggu. Demam bersifat febris remitten dan suhu yang tidak terlalu tinggi
•         Pada minggu pertama : suhu tubuh naik setiap hari, biasanya menurun pada pagi hari dan meningkat pada sore dan malam hari.
•         Pada minggu ke 2 : demam masih berlangsung
Pada munggu ke 3 : suhu berangsur-angsur turun dan akhirnya normal kembali

=>Diagnosa Keperwatan 1 :
Peningkatan suhu tubuh b.d proses infeksi salmonella thypi.
Tujuan : Suhu tubuh normal
Intervensi :
—  Observasi suhu tubuh klien
Rasional : mengetahui perubahan suhu tubuh.
—  Beri kompres dengan air hangat (air biasa) pada daerah axila, lipat paha, temporal bila terjadi panas
Rasional : melancarkan aliran darah dalam pembuluh darah.
—  Anjurkan keluarga untuk memakaikan pakaian yang dapat menyerap keringat seperti katun
Rasional : menjaga kebersihan badan
—  Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat anti piretik
Rasional : menurunkan panas dengan obat.
=>Diagnosa Keperawatan 2. :
Resiko tinggi pemenuhan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat
Tujuan : Nutrisi kebutuhan tubuh terpenuhi
Intervensi :
—  Kaji pola nutrisi klien
Rasional : mengetahui pola makan, kebiasaan makan, keteraturan waktu makan.
—  Kaji makan yang di sukai dan tidak disukai
Rasional : meningkatkan status makanan yang disukai dan menghindari pemberian makan yang tidak disukai.
—  Anjurkan tirah baring / pembatasan aktivitas selama fase akut
Rasional : penghematan tenaga, mengurangi kerja tubuh.
—  Anjurkan klien makan sedikit tapi sering
Rasional : mengurangi kerja usus, menghindari kebosanan makan.
—  Kolaborasi dengan ahli gizi untuk pemberian diet
Rasional : mengetahui makanan yang dianjurkan dan yang tidak boleh dikonsumsi.
=>Diagnosa Keperawatan 3 :
Kurangnya pengetahuan tentang penyakit berhubungan dengan kurang informasi
Tujuan : Pengetahuan keluarga meningkat
Intervensi :
—  Kaji sejauh mana tingkat pengetahuan pasien tentang penyakitnya
Rasional : mengetahui apa yang diketahui pasien tentang penyakitnya.
—  Beri pendidikan kesehatan tentang penyakit dan perawatan pasien
Rasional : supaya pasien tahu tata laksana penyakit, perawatan dan pencegahan penyakit typhoid.
—  Beri kesempatan pasien dan keluaga pasien untuk bertanya bila ada yang belum dimengerti
Rasional : mengetahui sejauh mana pengetahuan pasien dan keluarga pasien setelah di beri penjelasan tantang penyakitnya.
—  Beri reinforcement positif jika klien menjawab dengan tepat
Rasional : memberikan rasa percaya diri pasien dalam kesembuhan sakitnya
—  Gangguan aktivitas dan istirahat s/d pembatasan aktivitas (keharusan bedrest)
Intervensi :
•         Anjurkan pasien untuk bedrest total sampai dengan 2 minggu setelah suhu normal
•         Informasikan kepada pasien, boleh duduk setelah suhu normal
•         Jika setelah 2 minggu tidak panas lagi, pasien boleh berdiri kemudian berjalan di ruangan
•         Batasi aktifitas selama bedrest
•         Penuhi kebutuhan personal higiene selama pasien bedrest
•         Bantu pasien untuk memenuhi kebutuhan eleminasi
  1. Kurang pengetahuan s/d keterbatasan informasi yang di miliki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar